Wanita-Wanita Penghuni Surga (vol 2)

Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ banyak memuji para sahabat, dan pujian ini bukan hanya untuk sahabat laki-laki saja, namun termasuk di dalamnya sahabat wanita.

Mereka ikut berjuang bersama Rasulullah ﷺ menegakkan islam dan berdakwah menyebarkan Islam dengan harta dan jiwa mereka. Sosok wanita yang benar-benar shalihah, dan telah menunjukkan ketaatannya kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ dengan sempurna.

Bila kita ingin melihat dan mengetahui, bagaimana Alquran dan Sunnah diamalkan dalam keseharian kita dengan baik, khususnya kaum wanita, hendaknya kita melihat kehidupan para wanita beriman di zaman Rasulullah ﷺ, khususnya istri dan putri Rasulullah ﷺ.

Mereka benar-benar sosok wanita shalihah, wanita penghuni syurga, wanita yang telah mendapatkan keridhaan dan rahmat Allah ﷻ. Merekalah yang harus di jadikan panutan, suri tauladan, dan kebanggaan bagi seluruh kaum wanita muslimah sepanjang masa.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jibril berkata kepadaku: ‘Sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin puasa, shalat, dan akan menjadi istrimu di surga’.”

Hafshah bin Umar bin Khattab

Terbaru

Terlaris

Dia adalah Asma’ binti Abu Bakar, putri Abu Bakar AshShiddiq, dan ibunya bernama Qutailah binti Abdul Uzza. Lahir 27 tahun sebelum hijrah, dibesarkan oleh ayahnya sendiri, yang mana kelak menjadi salah satu dari 17 orang pertama yang memeluk agama islam.

Asma’ adalah wanita pejuang, digelari Dzatun Nithaqain oleh Rasulullah ﷺ ketika beliau mempersiapkan perjalanan Rasulullah ﷺ dan bapaknya hijrah ke Madinah. Beliau adalah istri dari seorang pejuang, Azzubair bin Awwam, dan juga melahirkan seorang anak pejuang bernama Abdulllah bin Azzubair yang menjadi salah satu penakluk banyak kota dalam agresi penyebaran agama islam di bumi Allah ﷻ ini. Wanita mulia, anak dari Shahabat mulia, istri dari Shahabat yang mulia juga, dan menjadi Ibu dari Shahabat kecil yang mulia.

Hafshah dilahirkan di kota Makkah 5 tahun sebelum Rasulullaah ﷺ diangkat sebagai Nabi terakhir. Tepatnya di tahun orang-orang Quraisy membangun kembali Ka’bah yang rusak karena banjir. Tumbuh sebagai wanita yang pintar, dari keluarga Umar bin Khattab yang dikagumi masyarakat Makkah. Menikah dengan Khunais bin Hudzafah yang meninggal di perang Uhud sebagai syahid.

Allah ﷻ kemudian mentaqdirkan beliau menjadi Istri dari Rasulullah ﷺ, dan menjadi salah satu Istri Rasul ﷺ yang meriwayatkan banyak hadits dan termasuk dari ulama shahabiyyat. Sungguh mulia Ummul mukminin Hafshah, istri Rasulullah ﷺ, pencatat wahyu, banyak mengisahkan hadits Rasulullah ﷺ, guru bagi para shahabat, dan dipuji oleh Malaikat Jibril sebagai wanita yang banyak shalat dan banyak puasa.

Saudah adalah istri pertama Rasulullah ﷺ yang Beliau ﷺ nikahi setelah Khadijah wafat, tinggal di sisi manusia paling mulia, di rumah yang paling mulia, rumah yang sering dikunjungi oleh malaikat jibril, rumah yang dipenuhi keberkahan dan rahmat dari Allah ﷻ.

Hidup yang sederhana namun bahagia, Saudah adalah wanita yang suka bersedekah, suka berbuat baik kepada orang lain, dan banyak lagi ketaatan yang Allah ﷻ mudahkan bagi dirinya, karena beliau mencontoh suami yang berada di sisinya, manusia paling mulia, Rasulullah ﷻ.

Shafiyah adalah satu-satunya Istri Nabi ﷺ yang berasal dari kalangan Bani Israil, berasal dari keturunan pembesar dan pemuka kaum yahudi, bernama Huyay bin Akhtab. Huyay bin Akhtab dan saudaranya Abu Yasir telah berjanji untuk memusuhi Rasulullah ﷺ, namun semenjak itu Shafiyah yang masih kecil sudah mulai beriman dalam hatinya akan kebenaran risalah Nabi Muhammad ﷺ yang pada saatnya kelak akan menjadi suami dari Shafiyyah, Ibunda Kaum muslimin yang jujur.

Beliau bernama Hindun binti Abu Umayyah bin Mughirah, keluarganya berasal dari suku Quraisy yang disegani dan terkenal dengan kedermawanannya. Menikah dengan Abu Salamah dan mereka berdua termasuk suami istri yang pertama kali masuk islam dan menerima dakwah Nabi Muhammad.

Ummu salamah ditinggal Abu Salamah meninggal dunia karena luka yang menimpa beliau sepulang berperang, dan Allaah ﷻ memberikan ganti yang jauh lebih mulia bagi Ummu Salamah dengan doa yang Rasulullah ﷺ ajarkan, yang akhirnya Rasulullaah ﷺ meminang Ummu Salamah. Beliau menjadi Ibunda Kaum Muslimin yang shalihah, cerdas dan calon wanita penghuni surga yang mulia.

Wanita mulia ini adalah keturunan kaum quraisy dari keluarga yang terpandang, yaitu anak dari bibi Rasulullah ﷺ , Umaimah binti Abdul Muththalib.

Zainab merupakan istri Rasulullah ﷺ yang sangat gemar bersedekah, sehingga Rasulullah ﷺ sebelum wafat sempat memberikan isyarat bahwa istri yang akan menyusul Beliau ﷺ duluan adalah wanita yang paling panjang tangannya. Mendengar itu, para istri Rasulullah ﷺ mengukur tangan mereka. Namun, tatkala Zainab meninggal di zaman khilafah Amirul Mukminin Umar, para Istri-Istri Rasulullah ﷺ baru memahami bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah ﷺ adalah yang paling banyak bersedekah di antara mereka.