Wanita – Wanita Penghuni Surga (vol 1)

Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ banyak memuji para sahabat, dan pujian ini bukan hanya untuk sahabat laki-laki saja, namun termasuk di dalamnya sahabat wanita.

Mereka ikut berjuang bersama Rasulullah ﷺ menegakkan Islam dan berdakwah menyebarkan Islam dengan harta dan jiwa mereka. Sosok wanita yang benar-benar shalihah, dan telah menunjukkan ketaatannya kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ dengan sempurna.

Bila kita ingin melihat dan mengetahui, bagaimana Alquran dan Sunnah diamalkan dalam keseharian kita dengan baik, khususnya kaum wanita, hendaknya kita melihat kehidupan para wanita beriman di zaman Rasulullah ﷺ, khususnya istri dan putri Rasulullah ﷺ.

Mereka benar-benar sosok wanita shalihah, wanita penghuni syurga, wanita yang telah mendapatkan keridhaan dan rahmat Allah ﷻ. Merekalah yang harus dijadikan panutan, suri tauladan, dan kebanggaan bagi seluruh kaum wanita muslimah sepanjang masa.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Khadijah lebih utama dari seluruh wanita di kalangan umatku”.

(HR. Bazzar dalam Musnadnya 1427)

Terbaru

Terlaris

Wanita pertama yang memeluk agama Islam adalah Khadijah, yang dikenal dengan Ummahatul Mukminin, Istri pertama Rasulullah ﷺ yang mendapatkan kemuliaan dari Allah ﷻ. Khadijah adalah istri yang setia kepada Rasulullah ﷺ, pernikahan dengan Rasulullah ﷺ di karuniai 6 orang anak. Khadijah sangat membantu Rasulullah ﷺ dalam segala hal, baik secara dukungan moril ataupun materiil, berjuang bersama Rasulullah ﷺ. Khadijah rela meninggalkan harta dan perniagaannya demi berjuang bersama Rasulullah ﷺ dalam menegakkan agama Islam.

Fatimah binti Muhammad bin Abdul Muthalib adalah salah satu putri dari Rasulullah ﷺ, di lahirkan di Makkah pada tanggal 20 Jumadhil Akhir, yaitu pada hari Jumat. Dibawah asuhan pasangan manusia mulia, Rasulullah ﷺ dan Khadijah, Fatimahpun tumbuh menjadi wanita yang mulia. Fatimah melihat Rasulullah ﷺ dihina, melihat bagaimana perjuangan Rasulullah ﷺ dalam menegakkan agama Allah ﷻ. Setelah wafatnya Khadijah, Fatimah mengurus Rasullullah ﷺ  dalam kesehariannya sehingga Rasulullah ﷺ menjulukinya “Ummu Abiha” (ibu bagi ayahnya).

Ruqayyah binti Muhammad adalah salah satu putri dari Rasulullah ﷺ, dilahirkan saat Rasulullah ﷺ berusia 33 tahun. Tumbuh dengan kemuliaan Rasulullah ﷺ dan Khadijah, Ruqayyahpun menjadi pribadi yang memiliki akhlak yang sangat mulia. Beranjak dewasa, Ruaqyyah menikah dengan putra Abu Lahab, pamannya Rasulullah ﷺ, yang bernama Utbah bin Abu Lahab. Pernikahan mereka tidak berjalan baik karena Abu Lahab sangat menentang Rasulullah ﷺ, sampai akhirnya Uthbah menceraikan Ruqayyah. Allah Maha Besar, tak lama diceraikan, Ruqayyah dilamar oleh seorang anak muda yang lebih baik dan lebih mulia, yaitu Utsman bin Affan. Pernikahan mereka menjadi pernikahan yang diridhoi Allah ﷻ.

Perjuangan untuk menegakkan agama Islam pun terus dilakukan oleh Ruqayyah dan Utsman bin Affan sampai akhirnya Ruqayyah wafat di Madinah.

Ummu Kultsum adalah salah satu putri dari Rasulullah ﷺ dan Khadijah binti Khuwailid. Berangkat dari didikan manusia mulia, Ummu Kultsumpun tumbuh sebagai seseorang dengan pribadi yang menjadi panutan bagi semua orang. Ummu Kultsum masuk Islam bersamaan dengan ibunya, Khadijah, yang juga merupakan orang pertama yang masuk agama Islam. Beranjak dewasa Ummu Kultsum dilamar oleh putra dari Abu Lahab yaitu Utaybah. Sama halnya dengan Ruqayyah, Ummu Kultsum pun diceraikan oleh Utaybah atas perintah dari ayahnya Abu Lahab.

Karena kondisi yang tidak aman maka Rasulullah ﷺ memerintahkan putrinya untuk hijrah ke Habasyah. Akan tetapi Ummu Kultsum tidak ikut bersama dengan Ruqayyah ke Habasyah sehingga menimbulkan rasa sedih yang mendalam, mengingat mereka berdua sangatlah dekat. Tidak lama kemudian mereka hijrah ke Madinah.

Setelah wafatnya Ruqayyah di Madinah, membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi Utsman bin Affan dan juga Ummu Kultsum. Namun Allah ﷻ mengganti kesedihan itu dan Allah ﷻ pun menyatukan Ummu Kultsum dengan Utsman bin Affan, dan mereka hidup bahagia walau tidak dikaruniai seorang anak.

Zainab binti Rasulullah adalah putri pertama dari Rasulullah ﷺ, seorang anak yang dibesarkan langsung oleh pemimpin para Nabi dan Rasul, Rasulullah ﷺ. Zainab berakhlak mulia dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela, apalagi melakukan perbuatan jahiliyah. Itulah yang diajarkan ayahnya ﷺ kepadanya. Beranjak dewasa, Zainab menikah dengan Abul Ash, keponakan dari Khadijah, dan mereka dikaruniai dua orang anak.

Kekejaman Abu Jahal untuk mencelakai umat Islam saat itu semakin gencar sehingga Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, namun Zainab tetap tinggal di Mekkah bersama dengan Abul Ash. Setelah perang terjadi Zainab diminta untuk menuju ke Madinah menemui Rasulullah ﷺ, dan seusai Abul Ash memeluk agama Islam ia menuju Madinah dan menemui Rasulullah ﷺ dan Zainab.

Aisyah adalah putri dari Abu Bakah ash-Shidiq dan Ummu Ruman binti Amir, yang keduanya termasuk dalam golongan orang-orang yang dimuliakan Allah ﷻ. Paras cantik, kulit putih, pipi kemerahan dan memiliki akhlak mulia adalah ciri-ciri dari Aisyah sejak ia kecil. Aisyah sering menghibur Rasulullah ﷺ disaat beliau sedang sedih, begitu juga Abu Bakar ash-Shidiq yang selalu mendukung Rasulullah ﷺ. Di masa kesedihan Rasulullah ﷺ atas sepeninggalan istri pertamanya, Allah ﷻ menghadirkan Aisyah dalam kehidupan beliau, akhirnya Allah ﷻ mengijinkan mereka untuk menikah. Berbagai cobaan dihadapi Aisyah bersama Rasulullah ﷺ hingga beliau mengembuskan nafas terakhirnya.