Sejarah 25 Nabi dan Rasul

Memetik pelajaran tauhid dan akhlaq mulia dari sejarah para Nabi dan Rasul.

Shahabat Abu Dzar Al-Ghifari pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ :

يا رسول الله كم عدة الأنبياء ؟ قال : مائة ألف وأربعة و عشرون ألفا، الرسل من ذلك ثلاثة مائة و خمسة عشر جما غفيرا

Wahai Rasulullah ﷺ, berapa jumlah keseluruhan para nabi? Rasulullah ﷺ bersabda: “Jumlah seluruh Nabi dan Rasul seratus duluh empat ribu (124000) Nabi, diantara mereka yang termasuk Rasul sejumlah tiga ratus lima belas (315), suatu jumlah yang banyak.”

Hadits ini diriwayatakan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (3/1599 no. 5732) dan Ash-Shahiihah no. 2668.

Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan Rasul) itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.”

QS. Yusuf: 111

Terbaru

Terlaris

Allah ﷻ telah firmankan nama dan beberapa cerita kehidupan Nabi dan Rasul dari jumlah Nabi yang sangatlah banyak sebagai potongan-potongan pelajaran yang amat sangat penting bagi kehidupan kita semua sebagai hamba Allah ﷻ.

Lima orang Nabi pertama yang telah Allah ﷻ utus adalah Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Shalih.

Nabi Adam adalah bapaknya semua umat manusia, yang Allah ﷻ ciptakan di surga, tinggal di dalamnya beberapa waktu dengan istrinya Hawa, hingga pada suatu ketika mereka mengikuti ajakan iblis dan dihukum oleh Allah ﷻ, bagaimana kita dapat terbebas dari jerat godaan iblis selama hidup di dunia? Maka kita akan mendapatkannya di dalam kisah kehidupan ringkas Nabi Adam di surga dan di bumi.

Nabi Idris adalah Nabi yang sangat mencintai kebenaran, mencintai amal shalih, Beliau meminta agar dipanjangkan hidupnya demi mengumpulkan banyak kebaikan,  sehingga Beliau diberikan kemuliaan oleh Allah ﷻ dengan diwafatkan di langit ke empat, subhaanallah.

Nabi Nuh adalah Rasul pertama yang kehidupannya berjarak 1000 tahun dengan Nabi Adam, Beliau mengalami ujian umat yang luar biasa, selama 950 Nabi Nuh mendakwahi kaumnya yang bergelimang kesyirikan, mereka menolak dan memusuhinya, bahkan istri dan anaknya juga ikut-ikutan memusuhi dan merendahkan dakwahnya. kemudian Allah ﷻ menurunkan adzab bagi mereka dan menyelamatkan Nabi Nuh dan para pengikutnya beserta binatang-binatang dengan kapal besar yang diwahyukan Allah ﷻ untuk dibuat oleh Nabi Nuh.

Nabi Hud diutus oleh Allah setelah Nabi Nuh kepada sebuah kaum yang Allah ﷻ beri kelebihan dari kaum yang lain, diberi kelebihan tubuh yang lebih kuat oleh Allah ﷻ sehingga mereka merasa tinggi dan sombong,  mereka adalah kaum ‘Ad, kaum yang sering disebut oleh Allah ﷻ dalam alquran. Akibat kesombongan mereka terhadap kebenaran yang dibawa oleh Nabi Hud, maka Allah ﷻ mengadzab mereka dengan angin yang memporak-porandakan mereka selama 8 hari 7 malam, na’uudzubillah dari murka dan adzabNya ﷻ yang amat pedih.

Kaum Tsamud adalah kaum yang diutus kepada mereka Nabi Shalih. Kaum ini juga Allah ﷻ berikan kelebihan dari kaum lainnya dengan kekuatan yang luar biasa, salahsatunya mereka mampu memahat gunung batu menjadi rumah mereka. Namun mereka mengingkari dan memusuhi dakwah Nabi Shalih yang mengajak mereka mentauhidkan Allah ﷻ dan meninggalkan sesembahan leluhur mereka. Mereka membangkang bahkan menantang adzab Allah ﷻ jika Nabi Shalih benar. Akhirnya mereka menerima adzab Allah ﷻ setelah tiga hari dengan adzab yang amat pedih.

Nabi Ibrahim adalah nabi yang Allah ﷻ utus kepada kaumnya di Babilonia, kaum yang penuh dengan kesyirikan, Nabi Ibrahim berkata kepada kaumnya sebagaimana Allah ﷻ firmankan, “sesungguhnya kamu dan bapak-bapak kamu berada dalam kesesatan yang nyata”. QS Al-Anbiya’ 55.  Mulai dari raja hingga rakyat babilonia menolak dakwah tauhid yang selalu diulang-ulang oleh Nabi Ibrahim hingga suatu hari mereka menangkap dan membakar Nabi Ibrahim, namun Allah ﷻ menyelamatkan Nabi Ibrahim, banyak lagi napak tilas ringkas dari kehidupan Nabi mulia, bapak para nabi yang akan kita temukan di dalam buku ini.

Nabi Luth, Allah ﷻ utus kepada kaum Sadum yang merupakan ibukota negeri Ghurzaghar pada saat itu. Kaum ini bergelimang kesyirikan dan dosa, salah satu dosa mereka yang sangat terkenal adalah homo dan lesbi. Dosa ini mengundang murka Allah ﷻ sehingga saat adzab yang pedih itu datang kepada mereka, Allah ﷻ memerintahkan Nabi Luth dan kaum yang berhijrah bersamanya agar tidak menoleh ke belakang. Saat itu Allah ﷻ membutakan mata mereka, membalikkan tanah negeri mereka dan menghujani mereka dengan batu panas. Allahu Akbar.

Nabi Ismail adalah anak pertama Nabi Ibrahim dari istrinya yang kedua, yaitu Hajar. Nabi Ismail tumbuh bersama ibunya Hajar, di lembah Makkah dengan perintah Allah ﷻ. Lembah ini adalah tempat baitullah, Ka’bah, yang dibangun Nabi Ismail dengan bapaknya disana, diberkahi dengan air zamzam hingga saat ini. Nabi Ismail adalah Nabi yang sangat mulia dan sangat taat kepada Allah ﷻ, salah satu bentuk ketaatan itu yang diabadikan sebagai syariat dalam agama kita adalah perintah Allah ﷻ agar beliau disembelih oleh ayahnya. Nabi Ismail sangat yakin dengan perintah Allah ﷻ, pasti mendatangkan kebaikan, pelajaran yang agung akan keyakinan yang luar biasa kepada Allah ﷻ.

Nabi Ishaq adalah putra dari Nabi Ibrahim dengan istrinya Sarah. Kabar gembira akan lahirnya Nabi Ishaq ini dibawa oleh para malaikat, walaupun secara lahir kita akan mengatakan ini tidak masuk akal karena Sarah sudah tua renta, namun pelajaran disini adalah bahwa tidak ada hal yang mustahil jika Allah ﷻ sudah berkehendak.

Nabi Ya’qub adalah putra dari Nabi Ishaq, cucu dari Nabi Ibrahim, anak dan cucu dari orang-orang mulia. Nabi Ya’qub suatu ketika mendahului Aishu yang merupakan anak kesayangan bapaknya memberikan hadiah atas perintah ibunya. Peristiwa ini membuat Aishu marah dan akhirnya Nabi Ya’qub merantau ke negeri Haran, kemudian menikah dengan anak dari pamannya Laban. Setelah lama tak bersua dengan bapak dan ibunya akhirnya beliau berangkat sekeluarga menemui bapak dan ibunya yang sudah tua renta, dan saudaranya untuk meminta maaf,  tidak lama kemudian saat dikunjungi anaknya Nabi Ishaq meninggal pada umur 180 tahun.

Nabi Ayyub juga keturunan Nabi Ishaq. Nabi Ayyub adalah Nabi yang kaya raya, namun kekayaan itu tidak membuatnya lalai dari ibadah dan ketaatan kepada Allah ﷻ. Beliau juga Nabi yang Allah ﷻ uji dengan ujian yang amat berat, jatuh miskin dan menderita penyakit selama 18 tahun, namun kesabaran dan doa yang beliau panjatkan kepada Allah ﷻ menjadikan beliau makin yakin bahwa ini semua adalah ujian yang mengangkat derajatnya, setelah Allah ﷻ sembuhkan, Allah ﷻ berikan kekayaan dan keturunan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Kehidupan yang penuh dengan kesabaran atas ujian Allah ﷻ dan yakin bahwa Allah ﷻ tidaklah menguji kecuali untuk kebaikan yang amat banyak bagi seorang hamba.

Nabi Yusuf  adalah anak dari Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau adalah anak kesayangan bapaknya, hingga membuat saudara-saudaranya iri hati dan ingin mencelakai Nabi Yusuf. Iri hati ini merupakan awal dari kisah menakjubkan dari kehidupan Nabi Yusuf hingga beliau pada saatnya menjadi Nabi dan seorang yang dipercaya di kerajaan Mesir saat itu menjadi bendahara kerajaan.

Nabi Syu’aib diutus oleh Allah ﷻ kepada kaum Madyan, yang negeri itu terletak antara Hijaz dan Syam. Kaum ini penuh dengan kesyirikan, salah satu kesyirikan mereka yang terkenal adalah penyembahan mereka terhadap sebuah pohon di tengah ladang yang bernama Aikah, mereka menggantungkan kebutuhan mereka pada pohon tersebut dengan segala ritual kesyirikannya. Mereka juga kaum perampok dan kaum yang curang dalam berdagang, dakwah Nabi Syu’aib menyeru mereka kepada tauhid dan kelurusan, serta kejujuran dalam berdagang. Kaumnya membangkang dan tidak mengindahkan dakwah Nabi Syuaib hingga Allah ﷻ murka dan mengazab mereka di negeri mereka hingga seakan-akan negeri itu tidak pernah ada.

Nabi Dawud adalah Nabi dari kalangan bani israil, yang merupakan seorang Nabi yang pemberani, tangguh, gigih dalam bekerja, Allah ﷻ beri ilmu dan kepandaian serta sikap bijaksana sehingga Allah ﷻ jadikan beliau raja setelah wafatnya Thalut.

Nabi Sulaiman adalah Nabi dengan kerajaan yang paling megah yang pernah ada di dunia, tidak ada lagi kerajaan yang jauh lebih megah dari kerajaannya. Allah ﷻ beri Nabi Sulaiman keilmuan sehingga pasukannya terdiri dari manusia, jin dan hewan. Dan harta yang berada pada hamba Allah ﷻ yang shalih adalah harta yang paling nikmat, dan Nabi Sulaiman pernah suatu ketika memuji-muji Allah ﷻ bersyukur atas ilmu yang diberikan kepadanya, yaitu ketika beliau mendengar seruan raja semut kepada rakyatnya, semoga kita juga termasuk orang-orang yang selalu bisa bersyukur kepada Allah ﷻ, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Sulaiman.

Nabi Musa dan Nabi Harun adalah dua orang adik dan kakak yang merupakan Nabi dari kalangan bani israil. Kisah yang sangat luar biasa dari mereka berdua saat berdakwah kepada Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Kesombongan yang disuruh Allah ﷻ untuk mereka hadapi dengan lemah lembut, dengan segala kesulitan dan ujian, akhirnya Allah ﷻ memenangkan Nabi Musa dan Nabi Harun dan menghancurkan Fir’aun beserta bala tentara dan pengikutnya.

Buku ini dibuka dengan kisah Nabi-Nabi dari bani Israil, yaitu Nabi Khidhr dan pertemuan beliau dengan Nabi Musa dan Nabi Yusya’ di tepian pantai yang diabadikan Allah ﷻ dalam alquran, juga Nabi Syamuel yang Allah ﷻ utus di Paletina bertahun-tahun sepeninggal Nabi Musa dan Nabi Harun kepada bani israil yang pada kala itu dikuasai oleh bangsa ‘Amaliq yang membunuh semua bani israil, lalu Nabi Uzair yang Allah ﷻ pernah wafatkan selama seratus tahun kemuadian dihidupkan kembali dan juga yang dianggap dan didakwa sebagai anak Allah ﷻ oleh bani israil, lalu kisah Nabi Hizqiyal yang Allah ﷻ utus kepada bani israil sepeninggal Nabi Yusya’ bin Nun, Nabi Hizqiyal kisahnya telah diabadikan di dalam alquran tentang tulang-belulang yang Allah ﷻ hidupkan kembali di hadapan matanya, juga kisah Nabi Daniyal yang berasal dari kota babilonia, diutus kepada bani israil sebelum Nabi Isa, di kota yang saat itu dikuasai oleh Raja Persia yang menyiksa bani israil.

Nabi yang juga dari kalangan bani israil adalah Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, dan Nabi Dzulkifli yang ketiganya diutus oleh Allah ﷻ kepada bani israil di daerah Ba’labak yang pada saat itu terkenal dengan kesyirikan mereka yang menyembah berhala bernama Ba’l.

Nabi Yunus adalah Nabi yang Allah ﷻ utus kepada kaum Nainawi yang selalu menentang dan tidak mengindahkan dakwah Nabi Yunus hingga Nabi Yunus marah dan meninggalkan mereka. Dengan kehendak Allah ﷻ, Nabi Yunus pergi tanpa ijin Allah ﷻ dari kaumnya dan kemudian beliau bertaubat dengan taubat yang dipuji oleh Rasulullah ﷺ saat beliau berada di dalam perut ikan.

Nabi Zakariya adalah Nabi dari bani israil yang merupakan keturunan dari Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Beliau adalah Nabi yang bertaqwa, tidak pernah berbuat syirik, dan rajin bekerja menafkahi keluarganya, Beliau bekerja sebagai tukang kayu, masyaallah.

Nabi Zakariya memiliki anak di kala sudah berumur tua, Allah ﷻ karunia setelah selalu berdoa kepadaNya ﷻ dan memohon agar Allah ﷻ berikan keturunan yang taat kepada Allah ﷻ. Anak beliau bernama Nabi Yahya, nama yang belum pernah diberikan kepada siapapun sebelumnya. Mereka berdakwah pada bani israil dan berada di Damaskus. Kala itu ujian dakwah Nabi Yahya adalah berdakwah pada pembesar kerajaan yang pada waktu itu melanggar aturan Allah dengan keinginan menikahi saudara kandung. Dengan dakwah ini, kaumnya menentang Nabi Yahya dan membunuhnya sehingga Allah murka dan menurunkan adzabnya bagi mereka.

Nabi Isa putra Maryam adalah Nabi yang juga diutus kepada bani israil sebelum Nabi Muhammad ﷺ diutus, salah satu peristiwa besar yang terjadi di zamannya adalah turunnya makanan dari langit dengan doa Nabi Isa atas permintaan kaumnya. Allah ﷻ beri Nabi Isa mukjizat yang luar biasa sehingga beliau diagungkan bahkan dianggap tuhan namun dengan begitu masih banyak kaumnya yang menentang dakwahnya kecuali sedikit, yaitu mereka yang disebut hawariyyun. Hingga pada akhir-akhir masa dakwah beliau, kaumnya membuat makar untuk menghabisi nyawa Nabi Isa. Namun dengan ijin dan pertolongan Allah ﷻ, Nabi isa selamat dari buruan kaumnya.

Nabi Muhammad ﷺ adalah Nabi terakhir dari silsilah kenabian yang Allah ﷻ utus bagi umat manusia. Adalah keturunan Nabi Ismail, Nabi Muhammad ﷺ hidup dan diutus kepada kaum quraisy di lembah Makkah, yang merupakan kota yang dibangun oleh nenek moyangnya mereka, Nabi Ismail dan kabilah jurhum.

Kelahiran Nabi ﷺ adalah rahmat bagi umat manusia, dengan pendidikan yang mantap dari sang kakek dan pamannya, juga budaya baik yang ada pada kaumnya Nabi ﷺ tumbuh sebagai seseorang dengan karakter yang sangat baik sehingga dijuluki dengan Al-Amiin, julukan prestisius yang hanya dimiliki oleh Rasulullah ﷺ di tengah kaumnya saat itu.

Selama 13 tahun Nabi ﷺ berada di Makkah, fokus dakwah Beliau ﷺ adalah penanaman iman, tauhid dan menjauhkan manusia dari menyembah selain Allah ﷻ dalam segala bentuk penyembahan dan ketergantungan hidup.

Setelah itu Rasulullah ﷺ membangun kehidupan dan budaya islami yang meluas di Yatsrib, yang dikenal sekarang dengan nama Madinah. 10 tahun di Madinah, beliau berhasil membangun umat islam yang sempurna dari segala sisi, sehingga umat ini sangat berpengaruh di dunia dan menjadi bangsa yang sangat dihormati dengan membawa segala kebaikan.

11 tahun setelah hijrah, akhirnya ummat berada pada penghujung kehidupan Rasulullah ﷺ, sedih yang amat dalam dirasakan oleh siapa saja, namun agamanya tetap Allah ﷻ kekalkan hingga hari kiamat, agama yang menjunjung tauhid, keteraturan hidup, dan keharmonisan antar sesama manusia.