Serial Salman dan Hamzah

Serial kisah antara Salman dan Hamzah yang mengajarkan lewat cerita tentang adab-adab dan akhlak terpuji sehari-hari.

Perisai Quran menerbitkan serial “Salman dan Hamzah” untuk anak-anak yang duduk di PAUD dan TK. Serial ini mengenalkan adab-adab keseharian sesuai dengan Sunnah Rasulullah ﷺ, mulai dari cara makan, bermain, bertetangga, berpergian, dan ketika berada di Masjid.

Bersama tokoh Salman dan Hamzah, buku ini disajikan dengan pendekatan cerita dan kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahami. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa mencontoh adab dan perilaku terpuji Rasulullah ﷺ melalui buku ini.

Di depan pintu rumah, Salman teringat lagi nasihat pak Ustadz, nasihat itu tentang adab masuk rumah. Salman ingin mempraktikkan adab-adab masuk rumah yang sudah dihafalnya.

Buku "Pesantren Kilat"

Terbaru

Terlaris

Salman dan Hamzah adalah anak yang shalih, sangat suka menolong sesama dan juga sangat dicintai oleh teman-temannya. Pada buku ini Salman dan Hamzah akan berkunjung ke rumah salah satu temannya, mereka datang  beserta semua adab-adab yang harus dijaga seseorang dalam berkunjung ke rumah orang lain. Selamat membaca!

Layaknya anak kecil seumuran mereka, Salman dan Hamzah suka bermain, terutama di sore hari setelah pulang sekolah, tidur siang dan shalat ashar. Setelah selesai bermain mereka bergegas pulang, mandi, tidak buang-buang waktu, dan bersiap-siap (mandi, masuk kamar mandi dengan dzikir-dzikir yang menyertainya) ke masjid untuk shalat maghrib berjama’ah.

Walaupun Ayah Salman dan Hamzah menjanjikan mereka akan membelikan baju baru jika berpuasa penuh 30 hari, namun Ayahnya berpesan bahwa puasa itu harus karena Allah. Setelah menunaikan puasa 30 hari penuh, datanglah waktunya Ayah membelikan baju bagi mereka, dengan gembira mereka memilih baju yang sesuai ketentuan syar’i, menutup aurat, tidak bergambarkan makhluq hidup, dan sesampainya di rumah mereka mencoba baju baru dengan tidak lupa membaca dzikir dan menjaga adab dalam memakai baju.

Liburan sekolah tiba, Salman dan Hamzah sangat gembira, karena liburan kali ini mereka akan naik kereta api, berkunjung ke rumah nenek di luar kota. Setelah shalat subuh mereka berangkat menuju stasiun. Tidak lupa sang Ayah mengingatkan untuk selalu membaca dzikir, dzikir keluar rumah, dzikir naik kendaraan, dzikir makan dan minum, dan dzikir yang dibaca ketika sampai di tempat tujuan, semua ini agar liburan kita diberkahi oleh Allah.

Ayah, Ibu , Salman, dan Hamzah seperti biasanya makan malam bersama. Selesai makan, Salman membantu ibunya membersihkan piring dan alat makan sedangkan Hamzah juga tidak mau kalah, dia menolong ayahnya membersihkan meja makan. Sebelum tidur mereka bercengkrama, Ayah mengajarkan kepada mereka adab-adab sebelum tidur, agar mereka tidur dalam keadaan yang paling baik, mulai dari wudhu, dan dzikir yang dibaca sebelum dan setelah bangun tidur.

Pesantren kilat kali ini Salman dan Hamzah mendapat banyak pelajaran yang harus selalu mereka ingat dan mereka amalkan, agar menjadi anak yang pintar dan shalih. Ustadz menasehati, ” Muslim dan Muslimah itu anak-anak pintar. Mereka ingin menjadi anak yang shalih dan shalihah”.

Ayah datang menjemput Salman dan Hamzah dengan mobil selepas pulang sekolah, tak lupa mereka mengucapkan salam pada satpam sekolah. Salman hafal doa naik kendaraan, anak yang shalih, Ayah pun mengarahkan Hamzah jika tidak hafal agar membaca bismillah saja namun tetap berusaha menghafalnya.

Sebelum pergi ke sekolah, Salman dan Hamzah sarapan terlebih dahulu. Mereka memakan roti dan meminum susu. Salman mengucapkan bismillah sebelum mulai sarapan karena dia tidak mau makan dengan setan, anak shalih harus selalu meminta keberkahan pada Allah ﷻ lewat doa-doa dan dzikir-dzikir, dan agar mereka sehat dan dapat belajar, dan beramal dengan maksimal.

Salman adalah anak yang shalih. Jika adzan berkumandang Salman bersiap-siap dengan wudhu, memakai pakaian yang baik untuk kemudian berangkat ke masjid menunaikan perintah Allah ﷻ, shalat berjamaah di masjid. Kala berada di masjid anak yang shalih juga harus menjaga adab-adab di masjid, adab-adab shalat berjamaah, karena masjid adalah rumah Allah ﷻ yang tidaklah diperkenankan di dalamnya selain dzikir dan ibadah.

Ibu Salman kala itu memasak dan melebihkan masakannya untuk diberikan kepada tetangga, Salman membawa makanan itu ke rumah temannya yang juga tetangganya, Shaleh. Setelah mengucapkan salam, ibu Shaleh keluar dan Salman memberikan titipan orang tuanya. Tetangga yang sangat baik.

Zahrah, tetangga mereka juga sedang sakit, mereka berkunjung ke rumah Zahrah dan mendoakannya. Kaum muslimin adalah kaum yang sangat baik dan ramah dengan tetangga-tetangganya. MasyaAllah.