Serial Sahabat Dijamin Masuk Surga (vol 1)

Serial ini mengisahkan sisi kehidupan sepuluh orang terbaik dari manusia-manusia terbaik yang pernah hidup di atas permukaan bumi ini, mereka adalah sepuluh shahabat Rasulullah ﷺ yang telah dijamin masuk surga.

Sahabat Abdurrahman bin ‘Auf menceritakan kepada kita bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Azzubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’ad di surga, dan Abu Ubaidah bin Jarrah di surga.”

(HR. at-Tirmidzi no. 3747. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi dan al-Misykah 6118)

Abu Bakar pemberani, teguh pendirian, mempunyai pandangan yang tepat di saat-saat genting, suka menolong, penyabar, sangat ahli di bidang sejarah dan memahami garis keturunan orang arab.

Buku "Abu Bakar Ash-Shiddiq"

Terbaru

Terlaris

Manusia pertama yang membenarkan dan beriman kepada Rasulullah ﷺ.

Memiliki nama asli Abdullah bin Usman bin Amir at-Taimi al-Qurasyi, pemuda bertubuh kurus dan berkulit putih ini memiliki akhlak yang sangat mulia, ahli sejarah, pemberani, teguh pendirian dan mempunyai pandangan yang tepat di saat -saat genting. Perang yang pernah diikuti nya bersama Rasulullah ﷺ adalah Perang Badar, Uhud, khandak, Khaibar, Hunain dan beberapa peristiwa besar lain.

Abu Bakar sudah di jamin masuk syurga dan beliau yang memimpin umat Islam sepeninggalan Rasulullah ﷺ.

“Penduduk Surga yang berjalan di muka bumi”

Khalifah kedua setelah Abu Bakar ini pun di jamin masuk Surga oleh Allah ﷻ. Masuk islam di usia 27 tahun dan ikut dalam beberapa peperangan yang terjadi di masa Rasulullah ﷺ seperti perang Badar, Uhud dan beberapa perang lainnya. Umar bin Khaththab adalah sahabat pertama Rasulullah ﷺ yang mendapatkan julukan Amirul Mukminin. Umar memiliki kemuliaan yang sangat tinggi di sisi Allah ﷻ, beliau juga mulia di mata seluruh manusia bahkan di takuti oleh bangsa jin. Di jaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas luasnya dari timur hingga ke barat, kerajaan Persia dan Romawi timur dapat di taklukkan dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal di usia 64 tahun dan di kuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah ﷺ.

“Dzunnurain sahabat pemilik dua cahaya”

Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, saat Umar bin khaththab meninggal, beliau menunjuk enam orang untuk melakukan musyawarah menentukan siapa khalifah pengganti Umar kelak. Akhirnya pada awal bulan muharam tahun 24 H terpilihlah Utsman bin Affan sebagai khalifah pengganti dari Umar bin Kaththab. Pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah di catat oleh sahabat semasa Rasullullah ﷺ masih hidup di kumpulkan, kemudian di susun menurut susunan yang telah di tetapkan oleh Rasulullah ﷺ sehingga menjadi sebuah kitab. Utsman bin Affan  pun di beri keutamaan oleh Allah ﷻ masuk ke dalam surga.

 “Manusia  yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dia di cintai Allah dan Rasul-Nya”

Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah ke empat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khaththab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal dengan keberaniannya di dalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah ﷺ sejak kecil dan hidup bersama beliau sampai Rasulullah ﷺ diangkat menjadi nabi hingga wafatnya nabi. Ali bin Abi Thalib wafat pada usia 64 tahun.

Rasulullah ﷺ bersabda :”Setiap nabi itu memiliki penolong dan penolongku adalah Zubair”

Zubair bin Awwam memeluk Islam karena Abu Bakar Siddiq, ikut pula berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Selama memeluk agama Islam Zubair banyak mendapatkan siksaan, hinaan, cacian dan berbagai cobaan lainnya. Namun dengan teguh nya ia tetap memegang Islam sebagai agamanya. Zubair wafat pada usia 64 tahun.

“Jika kalian ingin melihat wajah penduduk Surga lihatlah dia (Thalhah bin Ubaidillah)”

Memiliki nama asli Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman at-Taimi, masuk Islam melalui perantara Abu Bakar as-Siddiq, berasal dari suku Quraisy, yang juga memiliki keutamaan yang di berikan Allah ﷻ. Ikut dalam beberapa peperangan bersama dengan Rasulullah ﷺ selain perang Badar. Selain itu Thalhah adalah seorang pedagang dan pengusaha yang sukses, namun beliau sangat dermawan. Zubair wafat pada hari kamis tanggal 10 Jumadhil Akhir tahun 36 Hijriyah di usia 60 tahun.

Do’a-Do’anya Selalu Dikabulkan Allah ﷻ

Seorang anak muda yang tumbuh dengan akhlak yang mulia dan sangat berbakti kepada kedua orang tua nya terutama ibunya. Masuk Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti semua peperangan. Masuknya ke agama Islam mendapatkan pertentangan dari sang ibu tercinta. Namun Sa’ad tetap memegang teguh agama Islam menjadi agama pilihan nya sampai akhir hayat nya. Sa’ad wafat pada usia 70 tahun.

Sahabat yang selalu ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ.

Memiliki nama lengkap Said bin Zaid bin Amr bin Nufail, berasal dari suku Quraisy.  Berasal dari keluarga yang sangat taat kepada Allah ﷻ dan selalu melakukan kegiatan hanya berharap mendapatkan keridhoan dan pahala dari Allah ﷻ.

Said bin Zaid selalu ikut dalam peperangan bersama dengan Rasulullah ﷺ, kecuali perang Badar, namun Rasulullah ﷺ tetap menganggap Said turut berperang bersama dengan beliau.

Sahabat yang gagah berani dan orang yang terpercaya umat Islam.

Memiliki nama asli Amir bin Abdullah bin Jarrah, berasal dari suku Quraisy dan tinggal di kota Mekkah. Setelah memeluk agama Islam, Abu Ubaidah banyak mendapatkan cobaan berupa cacian, makian dan hinaan, namun dengan kesabaran yang tinggi Abu Ubaidah masih tetap mempertahankan agama Islam sebagai agama yang di pilihnya sampai akhir hayat nya.

Begitu gagah berani nya dan kuat iman nya Abu Ubaidah hingga Allah ﷻ menurunkan satu ayat dalam surah al-Mujadalah ayat 22 untuk memuji keimanan dari Abu Ubaidah.

Rasulullah ﷺ bersabda :”Setiap umat itu ada satu orang yang sangat di percaya, dan orang yang sangat di percaya pada umat ini (umat Rasulullah) adalah Abu Ubaidah bin Jarrah” (H.R. Bukhari (4382) dan Ahmad (12904))

“Sang dermawan dari Madinah, hingga tidak ada orang miskin di masanya”

Abdurrahman bin Auf memiliki nama asli Abdu Amr, setelah masuk agama Islam namanya di ganti oleh Rasulullah ﷺ menjadi Abdurrahman, lahir di kota Mekkah dan termasuk ke dalam delapan orang pertama yang masuk ke dalam agama Islam.

Abdurrahman bin Auf hijrah ke Madinah meninggalkan harta dan rumahnya semata-mata untuk mengharapkan pahala dan ridho dari Allah ﷻ. Memulai hidup hanya dengan sisa uang di kantong nya, Abdurrahman pergi ke pasar untuk membeli gandum dan minyak, lalu membuat roti dan menjualnya ke pasar dan roti nya laku terjual semua. Begitulah Abdurrahman, ia bekerja keras dan tidak mau mengandalkan orang lain.

Abdurrahman pun selalu ikut berperang bersama dengan Rasulullah ﷺ dan mendapatkan kemuliaan dari Allah ﷻ .