Perperangan Rasulullah ﷺ

Peperangan yang terjadi di zaman Rasulullah dari tahun ke-2 sampai tahun ke-9 Hijriyah.

Sungguh para shahabat Rasulullah ﷺ itu manusia-manusia pilihan Allah ﷻ. Allah ﷻ telah memilih mereka untuk menemani, membela, dan ikut bersama Rasulullah ﷺ dalam berdakwah dan menyebarkan Islam.

Kisah-kisah kepahlawanan mereka dalam menegakkan islam, banyak terlihat yang menunjukkan betapa besar keimanan mereka dan kecintaan mereka terhadap Rasulullah ﷺ.

Ketika mendengar kabar syahidnya Jafar bin Abi Thalib, Rasulullah ﷺ bersabda, ” Allaah ﷻ mengganti kedua tangan Ja’far dengan dua sayap, Ja’far akan terbang di surga dengan kedua sayap itu”.

Perang Mu'tah

Terbaru

Terlaris

Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2H, antara pasukan Rasulullah ﷺ dan pasukan kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal. Dalam perang badar ini, sangat terlihat bukti keimanan dan kecintaan mereka terhadap Rasulullah ﷺ melebihih kecintaan mereka kepada ayah, saudara dan keluarga mereka.

Abu Ubaidah bertempur dengan ayahnya sendiri yang kafir, Mush’ab bin Umair bertempur dengan saudara kandungnya sendiri yang kafir. Tidak heran, jika Allah ﷻ memuji keimanan dan kecintaan mereka yang sangat besar ini di dalam AlQuran.

Kecintaan para shahabat terhadap Rasulullah ﷺ sangat besar. Hal itu, membuat mereka sangat taat kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ. Apapun yang diperintahkan Rasulullah ﷺ pasti mereka akan mentaatinya. Ketika Rasulullah ﷺ mengajak mereka berjihad melawan pasukan musyrik Makkah yang akan menyerang kota Madinah, mereka langsung mentaatinya.

Perang Uhud disambut gembira oleh seluruh shahabat Rasulullah ﷺ. Berbeda dengan kaum munafiq, mereka berpura-pura mentaati Rasulullah ﷺ, namun ketika diseru untuk berjiahad mereka kabur dan tidak mau mentaatinya. Sungguh, dalam perang uhud ini, sangat terlihat sekali bahwa ketaatan dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ menjadikan para shahabat itu pantas mendapat jaminan surga.

Kecintaan para shahabat terhadap Rasulullah ﷺ sangat besar. Kecintaan itu membuat mereka sangat taat kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ. Apapun kesulitan dan rintangan yang akan mereka hadapi tidak dipedulikan lagi, justru semua kesulitan itu menjadi indah dan nikmat di mata mereka. Lihatlah ketika Rasulullah ﷺ memberitahukan kepada para sahabat bahwa pasukan musyrik Makkah akan menyerang Madinah dalam jumlah yang sangat besar, mereka tidak takut sedikitpun, bahkan mereka siap berjuang bersama Rasulullah ﷺ.

Udara yang dingin, makanan yang tidak ada, minuman yang sedikit, tidak menjadikan mereka malas, kecil hati, atau mundur. Justru mereka tetap menggali parit yang dalam dan jauh dengan peralatan seadanya. Mereka melalui itu dengan penuh kegembiraan, kecintaan, dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ. Mereka mengharap ridha dan surga Allah ﷻ semata.

Kecintaan dan ketaatan para sahabat terhadap Rasulullah ﷺ dalam perang khaibar ini sebagai bukti nyata, bahwa para sahabat ini benar-benar manusia pilihan Allah ﷻ untuk menemani Rasulullah ﷺ dalam menegakkan dan menyebarkan Islam.

Kehebatan dan kekuatan yahudi khaibar yang tersohor, sama sekali tidak membuat kekuatan iman dan niat mereka mengecil. Justru, iman para shahabat ini semakin besar. Mereka ibarat singa padang pasir, dengan penuh keberanian, mereka mampu mengalahkan kekuatan benteng-benteng yahudi khaibar, dengan modal iman dan cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Kecintaan dan ketaatan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ dalam perang mu’tah ini tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Perang Mu’tah menjadi bukti nyata, bahwa para sahabat ini benar-benar manusia pilihan Allah ﷻ untuk menemani Rasulullah ﷺ dalam menegakkan dan menyebarkan islam. Perang Mu’tah juga merupakan bukti nyata bahwa para sahabat ini sosok manusia yang benar-benar mendapatkan keridhoan Allah ﷻ, pertolongan Allah ﷻ senantiasa dicurahkan kepada mereka.

Lihatlah, kekuatan dan kehebatan pasukan Romawi, pada waktu itu tidak ada yang bisa mengalahkannya. Akan tetapi, di mata para shahabat kekuatan romawi itu tiada artinya sama sekali. Pasukan shahabat yang berjumlah 3000 orang dapat memukul mundur  pasukan romawi yang berjumlah 200000 orang. Kekuatan iman dan kecintaan mereka terhadap Rasulullah ﷺ mendatangkan pertolongan Allah ﷻ.

Baitullah, Ka’bah yang ada di Makkah telah dijadikan Allah ﷻ sebagai tempat yang penuh keberkahan, dan tempat yang banyak dipenuhi dengan hidayah dan ampunan dari Allah ﷻ. Allah ﷻ telah menjadikan Ka’bah sebagai kiblat dan kebanggaan bagi seluruh umat Islam. Namun, Makkah dan Ka’bah dikuasai oleh kaum musyrik Quraisy.  Mereka memenuhi kota Makkah dan Ka’bah dengan kesyirikan dan ibadah kepada selain Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ dan para shahabat yang berjumlah 10000 orang telah membebaskan kota Makkah dari kekuasaan kaum musyrik, dan membersihkannya dari berbagai bentuk kesyirikan. Inilah kemenangan islam dan mereka berbondong-bondong masuk islam.

Pembebasan kota Makkah dari kekuasaan kaum musyrik quraisy dan membersihkan kota Makkah dari berbagai macam bentuk kemusyrikan merupakan kemenangan yang sangat besar bagi Islam, Rasulullah ﷺ dan para shahabat. Penduduk Makkah dan suku-suku arab lainnya telah melihat kekuatan dan kemuliaan Islam yang begitu besar, hingga mereka berbondong-bondong masuk islam.

Inilah kemenangan islam yang nyata terlihat. Tetapi, ada dua suku arab, suku Tsaqif dan suku Hawazin ingin mencoba melawan kekuatan para sahabat ini. Ketika Rasulullah ﷺ mendengar rencana kedua suku itu, Beliau berkata; “Besok, semua binatang ternak (milik kedua suku itu), akan menjadi rampasan perang untuk kaum muslimin”.

Kedua suku itu menyerang pasukan Rasulullah ﷺ di daerah yang bernama Hunain. Rasulullah ﷺ dan para shahabat tidak membutuhkan waktu lama untuk menghancurkan dan mengalahkan kedua suku itu. Dan benar saja, semua harta mereka menjadi rampasan perang milik umat islam.

Penduduk Madinah, Makkah dan Yaman, semuanya telah menyatakan keislamannya. Rasulullah ﷺ telah berhasil menyebarkan Islam dalam waktu yang singkat. Para Shahabat telah berhasil menunjukkan kesetiaan, keimanan, dan kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ dalam menyebarkan islam. Akan tetapi, kerajaan romawi masih menunjukkan kebencian dan perlawanannya kepada umat Islam. Mereka belum melihat kekuatan dan ketangguhan pasukan Rasulullah ﷺ. Pasukan yang terdiri dari orang-orang yang telah mendapatkan ridha Allah ﷻ.

Kaum romawi ingin menyerang Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ dan para shahabat pun pergi ke daerah Tabuk. Udara yang dingin, jarak yang jauh, dan tidak adanya makanan dan minuman, tidak mengurungkan niat mereka menyerang romawi. Ketika pasukan islam tiba di Tabuk, pasukan romawi itu kabur terbirit-birit ketakutan melihat kehebatan pasukan islam. Subhanallah, alangkah besarnya perjuangan Rasulullah ﷺ dan para shahabat.