Ksatria Pilihan Allah ﷻ

Kisah Para Panglima pilihan Allah, yang memiliki peran penting tersebarnya Islam.

Perang bukanlah satu-satunya cara mendakwahkan Islam, Islam juga bukan agama paksaan. namun, jika suatu kaum memaksakan sebagian lain bahkan menghalangi mereka masuk Islam, maka Islam datang membebaskan mereka dari agama yang bathil menuju agama yang mulia.

Serial Ksatria Pilihan Allah ﷻ menuliskan sejarah para panglima yang mempunyai peran penting tersebarnya Islam. Keberanian, kesabaran, dan semangat mereka mendorong untuk menegakkan agama Allah ﷻ di berbagai belahan bumi. Semoga kita dapat meniru semangat dan keberanian mereka sehingga kita semua dapat ikut memuliakan Islam. Amin

Smarty Kindergarten is a great place for my son to start his schooling experience. He loves being there, especially loves Spanish classes with Mrs. Strickland!

Tasha Castagna

Terbaru

Terlaris

Kemuliaan dalam Islam tidaklah dilihat dari suku bangsa, ataupun warna kulit, tetapi dilihat dari keimanan dan ketaqwaannya.

Musa bin Nushair, anak seorang budak. Thariq bin Ziyad juga awalnya adalah seorang budak milik Musa bin Nushair. Kedua kesatria pilihan Allah ﷻ ini, memiliki keimanan dan ketaqwaan yang mendorong keduanya untuk menyebarkan Islam ke benua Eropa, daratan Andalusia tepatnya.

Karena kegigihan dan usaha keras dari kedua Kesatria Pilihan Allah ﷻ ini, atas izin Allah ﷻ, akhirnya Spanyol dan Portugal menjadi negeri Islam.

Qutaibah bin uslim, walaupun tidak dilahirkan dari keturunan bangsawan yang mulia. Namun dita tidak putus semangat untuk mendapatkan kemuliaan. Kesatria pilihan Allah ﷻ ini berjuang untuk menyebarkan Islam ke barbagai wilayah untuk mewujudkan kemuliaan.

keberanian dan kepiawaiannya dalam memerangi musuh, menjadikannya diangkat sebagai panglima, kemudian diangkat menjadi gubernur Ray dan Khurasan. Setelah menjadi gubernur, Kesatria pilihan Allah ﷻ inipun senantiasa menyebarkan Islam. Tercatat dalam sejarah kaum muslimin, Qutaibah bin Muslim adalah satu-satunya panglima Islam yang berhasil menyebarkan Islam ke Asia Tengah hingga wilayah timur yang paling jauh.

Uqbah bin Nafi’, seorang panglima Islam yang pemberani. Tujuan mulianya adalah menyebarkan Islam dan membebaskan wilayah Afrika Utara dari panjajah Romawi. Kekuatan iman dan kesabarannya berhasil mengusir pasukan Romawi di berbagai wilayah Afrika Utara.

Kesatria pilihan Allah ﷻ ini juga membangun kota Kairouan sebagai pusat pendidikan Islam dan sebagai pangkalan militer kaum muslimin. Dengan izin Allah ﷻ, perjuangannya menyebarkan Islam sampai ke ujung barat Afrika Utara, yaitu Samudera Atlantik. namun, perjuangannya terus dilakukan hingga kesatria ini gugur.

Shalahuddin Al-Ayyubi, anak seorang penjaga benteng di Tikrit yang kemudian tumbuh menjadi seorang panglima Islam yang tangguh dan bertaqwa. Setelah berhasil menaklukkan Mesir dan membersihkan umat Islam dari agama syi’ah yang merusak persatuan kaum muslimin, beliau menyatukan kaum muslimin dibawah kepemimpinannya.

Baitul Maqdis, wilayah yang terdapat di dalamnya Masjid Al-Aqsha, dan sebelumnya berada dibawah kekuasaan kaum muslimin, berhasil direbut oleh pasukan salib disebabkan kaum muslimin yang berpecah belah. Namun dengan tekat dan semangatnya untuk menjaga agama Allah ﷻ, dan berjihad menjaga wilayah kaum muslimin, dengan izin Allah ﷻ kemudian persatuan kaum muslimin dan kecerdikan perangnya, Kesatria pilihan Allah ﷻ ini berhasil merebut kembali Baitul Maqdis.

Muhammad al-Fatih, seorang sultan Kerajaan Turki Utsmani yang pemberani dan mempunyai pendirian teguh. Usianya yang masih muda tidak menghalanginya untuk menorehkan sejarah dalam lembaran sejarah kaum muslimin. Semangatnya untuk menjadikan Islam berjaya mendorongnya untuk menaklukkan kota Konstantinopel yang menjadi musuhnya dan menghalangi agama Islam tersebar hingga ke Eropa.

Dengan ketaqwaannya dan kecerdasannya, dia bertekad untuk menaklukkan Konstantinopel yang merupakan kota kerajaan dengan pertahanan yang sangat kokoh. Dengan izin Allah ﷻ, Kesatrian pilihan Allah ﷻ ini pun berhasil menaklukkan Konstantinopel dan mewujudkan dirinya sebagai pemimpin yang paling baik dan menjadikan pasukannya pasukan yang paling baik sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah haditsnya.