Kisah-Kisah Sahabat Cilik Rasulullah ﷺ

Kisah anak-anak luar biasa yang hidup di zaman Rasulullah ﷺ.

Usia anak-anak, umumnya banyak dipenuhi dengan bermain bersama teman sebaya. Namun, berbeda dengan anak-anak yang hidup di zaman Rasulullah ﷺ, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa. Jasa-jasa mereka terhadap islam tidak bisa kita ungkapkan dengan kata-kata. Kita hanya bisa menyampaikan pujian-pujian Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ kepada mereka berupa jaminan surga.

Abdullah bin Umar bin Khattab, salah satu dari anak-anak itu mengatakan:

“Siapa yang ingin mengamalkan petunjuk Rasulullah ﷺ, hendaknya dia mengikuti orang-orang yang sudah wafat, yaitu para Shahabat Rasulullah ﷺ. Mereka umat terbaik, hati mereka bersih, ilmu mereka luas. Allah ﷻ telah memilih mereka untuk menemani Rasulullah ﷺ. Ikutilah mereka, mereka berada dalam kebenaran.”

Rasulullah ﷺ bersabda “Malaikat ini tidak pernah turun ke bumi sebelum malam ini. Malaikat ini meminta izin kepada Allaah ﷻ untuk mengucapkan salam kepadaku dan memberitahukan kabar gembira kepadaku bahwa Fathimah akan menjadi pemimpin perempuan surga, sedangkan Hasan dan Husain menjadi pemimpin anak muda di surga”

HR Tirmidzi dan Ahmad

Terbaru

Terlaris

Usamah adalah anak dari shahabat Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman. Usamah sangat dicintai oleh Rasulullah ﷺ, pernah suatu saat Rasulullah ﷺ memangku dan memeluk Hasan bin Ali dan Usamah bin Zaid lalu berdoa, “Ya Allah ﷻ, sesungguhnya aku mencintai mereka berdua, maka cintailah mereka berdua”.

Usamah tumbuh sebagai anak yang cerdas dan pemberani, bahkan pada umur yang belum mencapai 20 tahun, Rasulullah ﷺ mengangkatnya sebagai panglima perang. Panglima perang termuda yang pernah dicatat sejarah.

Saat ibunya, Ummu Sulaim, membawa Anas bin Malik menemui Rasulullah ﷺ, Beliau mendoakan Anas agar diberi harta, anak yang banyak, dan diberkahi serta dipanjangkan umurnya. Doa Rasulullah ﷺ itu dikabulkan oleh Allah ﷻ, Anas bin Malik yang pada awal bersama Nabi ﷺ adalah seorang anak yatim dan memiliki ibu yang miskin, akhirnya memiliki harta dan anak yang banyak. Hartanya penuh dengan keberkahan, begitu juga anak-anak Anas bin Malik yang semuanya menjadi anak yang shalih dan shalihah.

Anas bin Malik wafat di Bashrah, dalam usia yang panjang, 103 tahun, di tahun 93 H, sesuai dengan doa Nabi yang Allah ﷻ kabulkan, umur yang panjang dan hidup yang penuh keberkahan.

Abdullah bin Abbas adalah anak paman Nabi ﷺ, Abbas bin Abdul Muththalib. Lahir 3 tahun sebelum hijrah, dan setelah lahir dibawa oleh ibunya Lubabah menghadap Nabi ﷺ, lalu Nabi ﷺ mentahniknya. Abdullah bin Abbas adalah sahabat kecil yang didoakan oleh Nabi ﷺ menjadi orang yang Allah pahamkan baginya agama, Allah jadikan ahli tafsir, dan menjadi orang yang bijaksana.

Semangat belajar Abdullah  bin Abbas sangat patut kita contoh. Beliau bercerita tentang semangatnya dalam belajar: “Jika aku mendengar seorang shabhabat Rasulullah ﷺ yang menghafal sebuah hadits, maka aku datangi rumahnya saat istirahat siang. Lalu, aku menunggu di luar pintu sambil tidur dan anginnya menerbangkan debu ke arahku. Sebenarnya, jika aku mengetuk pintu, sahabat itu pasti akan mempersilahkanku, tetapi aku melakukan hal ini karena aku tidak mau mengganggunya”. Lalu beliau berkata, “ilmu itu seharusnya didatangi, bukan yang mendatangi”.

Shahabat ini bernama Abdullah bin Umar bin Khattab, seorang shahabat cilik yang sangat bersemangat dalam mencontoh Rasulullah ﷺ, begitu bersemangatnya dalam mencontoh segala perilaku Rasulullah ﷺ, sampai-sampai orang-orang menganggapnya gila.

Beliau sangat bersemangat dalam beribadah, Abdullah bin Umar juga rajin berpuasa, Nafi’, pembantu Abdullah mengatakan bahwa tidak akan ada yang bisa meniru ibadahnya. Bahkan, semangat Beliau mencontoh Rasulullah ﷺ, bukan hanya dalam ibadah, jika Beliau mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ pernah shalat di suatu tempat, dia akan shalat di tempat itu juga. Semangat mencontoh Nabi ﷺ dalam segala hal yang sangat patut dicontoh oleh semua kaum muslimin.

Abdullah adalah anak dari Zubair bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar. Calon pemberani yang dilahirkan dari dua orang tua yang juga pemberani dan sangat berjasa dalam agama, baik bapak ataupun ibunya. Abdullah adalah bayi pertama yang lahir dari kaum muhajirin semenjak diperintahkan hijrah dari Makkah ke Madinah oleh Allah ﷻ, sekaligus memperlihatkan kebohongan orang-orang yahudi yang menyihir kaum wanita dari kaum muhajirin supaya tidak bisa melahirkan, kaum muslimin pun sangat bergembira.

Saat Nabi ﷺ wafat, Abdullah bin Zubair berumur 10 tahun, tidak pernah ikut berperang bersama Rasulullah ﷺ, mengikut jejak bapaknya yang merupakan Sang Penolong Rasulullah ﷺ, pemberani dan gagah perkasa. Namun, waktu itu pun datang pada masa khilafah Umar bin Khattab, dimulai dengan mengurusi kemah para pejuang, yang di kemudian hari menjadi seorang prajurit yang berhasil membunuh Panglima Perang Romawi bizantium penguasa Afrika Utara bernama Jarjir. Kehidupan pejuang yang perlu diteladani setiap anak kaum muslimin.

Cucu pertama Rasulullah ﷺ yang sangat Beliau cintai. Lahir di tahun ke 3 H, Rasulullah ﷺ sendiri yang memberinya nama Hasan, nama yang sekaligus doa baginya dari Rasulullah ﷺ agar Hasan menjadi anak yang berakhlaq mulia dan jauh dari kebiasaan-kebiasaan jahiliyyah.

Wajah Hasan sangat mirip dengan Rasulullah ﷺ, ketika Abu Bakar ash-Shiddiq menggendong Hasan, beliau berkata “bayi ini mirip sekali dengan Rasulullah ﷺ, tidak mirip dengan ayahnya”. Ali yang mendengar ucapan Abu Bakar tersebut tersenyum. Hasan bin Ali pun tumbuh menjadi orang shalih yang diberkahi oleh Allah ﷺ, dan kelak akan menjadi pemipin para pemuda di surga.

Lahir di bulan syawwal tahun ke 4 H, Husain adalah cucu kedua Nabi ﷺ yang juga sangat dicintainya. Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda kelak di surga sebgaimana dikabarkan Nabi ﷺ.

Abu Hurairah pernah berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ” Siapa yang mencintai Hasan dan Husain maka dia telah mencintaiku, dan siapa yang membenci keduanya maka dia telah membenciku”. Alangkah besar keutamaan Husain.