Al Quran Bercerita

Memetik pelajaran dari kisah-kisah menakjubkan di dalam Alquran.

Alquran wahyu yang Allah ﷻ tunjukan kepada Rasulullah ﷺ untuk menjadi pegangan dan petunjuk bagi manusia.

Alquran berisikan perintah-perintah Allah ﷻ untuk di kerjakan dan larangan-larangan Allah ﷻ untuk ditinggalkan agar bahagia didunia dan akhirat.

Dalam Alquran banyak berisi cerita-cerita umat terdahulu. Cerita-cerita itu tentu banyak mengandung pelajaran. Kita membaca cerita-cerita itu tentu untuk mengambil dan mengamalkan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela.

Luqman al-Hakim adalah satu-satunya manusia yang bukan Nabi dan Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam al-Qur’an. Allah ﷻ menjadikannya sebagai sosok orang tua panutan.

Luqman di dalam Al-Qur'an

Terbaru

Terlaris

Qarun, sebuah nama yang dalam Al-Quran disebut sebanyak 4 kali, adalah seorang yang diberikan kekayaan berlimpah oleh Allah ﷻ, melalui doa Nabi Musa, yang sebelumnya Qarun adalah seorang yang sangat miskin dan memiliki banyak anak.

Dengan kekayaannya Qarun menjadi sangat sombong dan suka memamerkan hartanya. Sering Qarun dinasehati dengan sebuah firman Allah ﷻ :”(ingatlah) ketika kaum berkata kepadanya: ‘janganlah kamu terlalu bangga. Sesungguhnya Allah ﷻ tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri’. Qarun tetap membanggakan diri, sehingga Allah ﷻ memerintahkan bumi untuk menelan Qarun beserta seluruh kekayaan dan istananya.

Sombong, kikir, mementingkan diri sendiri adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah ﷻ, sehingga kita manusia untuk bisa mendapatkan rahmat dan keberkahan Allah ﷻ harus dapat menjaga diri kita dari sifat-sifat yang tercela.

Allah ﷻ berfirman yang artinya :”Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata:”Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu, dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”(QS. Ali Imran:42). Maryam dipilih Allah ﷻ untuk mengandung seorang anak yang nantinya anak tersebut akan menjadi seorang Nabi.

Luqman bin Unaqa’ bin Sadun yang kita kenal sebagai Luqman al-Hakim, satu-satunya manusia yang bukan Nabi dan Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Alquran. Allah ﷻ menjadikannya sebagai sosok orang tua panutan. Beberapa nasihat Luqman yang difirmankan Allah ﷻ adalah, larangan berbuat syirik, Allah ﷻ mengetahui dan membalas semua perbuatan, mengerjakan shalat, tidak sombong dan tutur kata lembut.

Surah Al-Fill menceritakan pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah di Mekkah. Berawal dari rasa iri melihat penduduk Yaman pergi berhaji ke kota Mekkah, Abrahah lalu membuat gereja di San’a, ibukota Yaman, agar penduduk Yaman pergi berhaji ke gereja ini dan bukan ke Mekkah. Berbagai cara dilakukannya agar penduduk Yaman tidak pergi ke Mekkah untuk berhaji, sampai pada usaha terakhir yaitu menghancurkan Ka’bah di kota Mekkah.

Allah ﷻ melindungi kota Mekkah saat penyerangan itu terjadi dengan mengirimkan berbondong – bondong burung yang membawa batu kerikil panas dari neraka untuk di lemparkan ke pasukan Abrahah. Seketika itu pula seluruh pasukan Abrahah kalah mengenaskan, Abrahah pun melarikan diri dalam keadaan tubuh hancur yang akhirnya meninggal.

Allah ﷻ menciptakan Nabi Adam dan Hawa sebagai pasangan manusia pertama yang diturunkan ke bumi setelah mereka melanggar perintah Allah ﷻ untuk tidak mendekati pohon terlarang. Mereka diberikan keturunan oleh Allah ﷻ, diantaranya yaitu Habil dan Qabil. Setelah mereka dewasa mereka memperebutkan seorang wanita cantik untuk dinikahi, sesuai dengan wahyu Allah ﷻ maka Nabi Adam memerintahkan anak-anaknya untuk berkurban, siapa yang diterima kurbannya maka dialah yang berhak menikahi wanita cantik itu. Ternyata kurban Habil lah yang diterima Allah, sehingga membuat Qabil marah dan membunuh Habil.

Hasad atau iri atas kebaikan yang Allah ﷻ berikan kepada orang lain adalah sifat yang wajib kita jauhi dan Allah Maha Berkehendak atas apa yang mau Ia tetapkan di muka bumi ini.

Allah ﷻ mengutus tiga orang rasulNya untuk datang ke sebuah desa dan berdakwah. Usaha mereka ditolak mentah-mentah dengan diberi predikat pendusta. Namun ada beberapa orang yang mau beriman dan ikut mengajak penduduk setempat untuk juga beriman kepada Allah ﷻ, namun usaha tersebutpun sia-sia sampai akhirnya Allah ﷻ menurunkan bencana kepada daerah tersebut dan membinasakan semuanya.

Allah ﷻ selalu bersama orang-orang yang bertakwa, hal ini terlihat pada cerita tentang Ashhabul Ukhdud yang mana seorang raja yang dzolim tidak mau beriman kepada Allah ﷻ setelah banyak bukti yang ditunjukkan padanya akan kebesaranNya. Sampai akhirnya raja tersebut membuat sebuah parit yang diberi api dan memasukkan orang-orang yang tidak mau kembali kepada agama yang dianut oleh sang raja.

Allah ﷻ berfirman, yang artinya, “sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar”.

Tujuh orang pemuda yang berasal dari anak para pembesar negri memilih mempertahankan agama Islam sebagai agama yang mereka pilih selamanya. Raja negri tersebut memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala, namun mereka tetap menolak. Sampai akhirnya mereka pergi dari negri tersebut untuk bersembunyi dari raja yang dzolim di dalam sebuah goa, seperti firman Allah ﷻ dalam surah Al Kahfi : 16 yang artinya, “dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah ﷻ, carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmatNya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu”.

Allah ﷻ membuat goa tersebut terlihat menyeramkan bagi kaum penyembah berhala saat itu, sehingga mereka tidak dapat menemukan tujuh pemuda tersebut. Allah ﷻ membuat tujuh pemuda tertidur selama 309 tahun dan saat mereka terbangun negri mereka telah berubah menjadi negri yang penuh dengan nuansa islami dan keberadaan mereka adalah bukti dari kekuasaan Allah ﷻ.

Kaum Yahudi bekerja sebagai nelayan dan Allah ﷻ menguji mereka, dengan melarang mereka untuk mencari ikan di hari sabtu. Akhirnya mereka menyiasati larangan Allah ﷻ dengan memasang perangkap di hari jumat dan mengambilnya pada hari minggu. Perbuatan mereka membuat orang-orang beriman takut akan azab Allah ﷻ dan banyak yang meninggalkan negri. Akhirnya Allah ﷻ pun menurunkan azab-Nya dengan merubah kaum tersebut menjadi kera.

Penduduk Iram, sebuah negri yang di dalamnya terdapat orang-orang yang diberi kepintaran oleh Allah ﷻ, memiliki tinggi 6 meter dan dapat membuat bangunan tinggi, kaum Nabi Hud ini yang juga di hancurkan Allah ﷻ karena kesombongan mereka yang tidak mau menyembah Allah ﷻ.